Teori Elektron
Elektron adalah bagian terkecil dari suatu atom. Sifatnya ringan dan selalu mengorbit pada inti
(proton).
Lihat gambar berikut ini :
Elektron dan Proton
Atom yang sederhana adalah atom hydrogen. Atom ini mempunyai satu elektron yang mengorbit
pada satu inti (proton).
Atom yang elektronnya lebih banyak adalah atom uranium. Atom ini mempunyai 92 elektron dan 92 proton. Setiap atom mempunyai struktur sendiri–sendiri. Tetapi pada umumnya setiap atom mempunyai jumlah proton dan elektron yang sama (sebanding). Atom–atom tersebut menyebar dalam lintasan yang terdapat pada atom tersebut. Menurut Paulli, banyaknya elektron maksimum yang dapat menempati tiap kulit dirumuskan dengan :
2 n2 (n = nomor lintasan kulit atom)
Simbol kulit dalam banyaknya elektron maksimum dalam setiap kulit adalah :
K = (n – 1) = 2 x (1)2 = 2 elektron
L = (n – 2) = 2 x (2)2 = 8 elektron
M = (n – 3) = 2 x (3)2 = 18 elektron
N = (n – 4) = 2 x (4)2 = 32 elektron
O = (n – 5) = 2 x (5)2 = 50 elektron
P = (n – 6) = 2 x (6)2 = 72 elektron
Contoh :
Aluminium ( Al ) dengan nomor atom ( NA ) = 13
Silikon (Si) dengan nomor atom (NA) = 14.
Elektron yang terdapat pada kulit terluar disebut Valensi.
Contoh di bawah ini menunjukkan macam-macam bahan berdasarkan nomor atom dan sifat
kemudahan menghantar arus listrik (konduktivitas).
Berdasarkan jumlah valensi atau jumlah electron pada kulit atom terluar suatu bahan dapat
dikategorikan sebagai konduktor, semi konduktor dan isolator.
• Konduktor
Konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik. Konduktor juga merupakan Bahan
yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari 4 pada lintasan (kulit) terluar.
• Semi konduktor
Semi konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik (konduktor) tapi juga dapat
menjadi bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (isolator).
• Isolator
Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Isolator merupakan bahan yang
atom–atomnya mempunyai lebih dari 4 elektron pada lintasan (kulit) terluar.
Proton dan elektron dalam atom mempunyai gaya potensial :
1. Proton mempunyai muatan positif (+)
2. Elekton mempunyai muatan negative (-)
Inti (proton) menarik elektron dan mempertahankan dalam lintasannya dan pada saat muatan positif
(proton) sebanding dengan muatan negatif (elektron), maka atom menjadi netral.
Meskipun demikian, muatan atom dapat berubah dari netral menjadi bermuatan positif (+) jika
elektron terluarnya ada yang terlepas atau negatif jika mendapat tambahan elektron dari atom lain
pada kulit terluarnya.


